was successfully added to your cart.

Cart

MusicMusik

Mendampingi Anak Belajar Musik

By May 27, 2020 No Comments

Apa yang dapat dilakukan orangtua ketika anaknya mulai belajar musik? Keterlibatan total orangtua dalam proses belajar musik anak-anaknya, berpengaruh besar terhadap keberhasilan proses belajar. Apa saja yang harus dilakukan orangtua?

Siapkan Alat Musik

Kebutuhan pertama ketika seorang anak belajar musik adalah keberadaan instrumen musik atau alat musik yang akan dipelajari anak di rumahnya. Seringkali hal ini diabaikan orangtua dengan berbagai alasan. Yang jelas, bermain musik tanpa alat musik yang dipelajari, hanya belajar sesuatu yang di awang-awang. Segera setelah Anda, para orangtua, memasukkan anak-anaknya les musik atau belajar musik, adalah memikirkan untuk menyediakan alat musik di rumah, sesegera mungkin. Kadang-kadang hal ini menjadi persoalan. Lebih-lebih anak-anak yang ingin mendalami piano, violin, atau drum. Apakah harus menyediakan instrumen tersebut secara langsung atau bertahap?

Misalnya, untuk piano, apakah kita harus membeli langsung piano atau menyediakan keyboard untuk sementara? Bila keuangan menjadi kendala, pilihan akan menjadi lebih sulit lagi. Tetapi, diatas semua itu, memiliki piano jauh lebih menguntungkan. Mungkin pada awalnya anak diperkenalkan dengan keyboard, piano digital, atau synthesizer, tetapi pada akhirnya mereka harus memiliki piano akustik sendiri jika ternyata hal itu diharuskan. Jadi pertimbangkan dengan matang sebelum memutuskan memberikan les musik pada anak.

Perawatan

Pepatah berkata, “Lebih mudah membeli, daripada merawatnya”. Instrumen musik membutuhkan perawatan yang rutin tetapi tidak banyak orang menyadari akan hal tersebut, lebih-lebih piano, minimal dua kali dalam setahun piano Anda harus di tune-up, baik instrumen itu sering dipergunakan maupun tidak. Tunning yang teratur akan membuat suara piano tetap prima. Piano yang tidak pernah dirawat bukan saja akan menimbulkan resiko kerusakan tetapi juga akan menyulitkan anak untuk belajar. Perawatan piano tidak hanya terbatas pada tunning. Salah besar bila ada orang yang beranggapan bahwa piano tidak perlu diservis. Beberapa bahan atau komponen dalam piano memerlukan perawatan khusus secara berkala.

Aktif

Bila buah hati Anda masih kanak-kanak atau pemula, mereka membutuhkan bantuan orang tuanya. Karena itu orangtua harus berperan aktif dalam setiap kegiatan mereka. Buat jadwal latihan yang teratur dan konsisten. Bagilah kegiatan buah hati Anda sedemikian rupa sehingga mereka tetap memiliki waktu di luar rutinitas latihan. Persoalan terbesar adalah, tidak mudah mengajak anak-anak untuk mau berlatih di rumah. Tetapi tidak ada pilihan lain, komitmen kuat harus berada di pundak sang anak dan orangtuanya. Sebagian guru atau sekolah musik mengadakan kegiatan di luar kelas sebagai aktivitas penunjang. Seperti konser, resital, atau bahkan kompetisi. Ajaklah buah hati Anda berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan tersebut. Aktivitas semacam itu sangat bermanfaat untuk membangun ketertarikan anak terhadap musik.

Jangan ragu bertanya kepada guru tentang apa-apa saja yang bisa Anda lakukan untuk membantu buah hati Anda. Terutama dalam hal latihan dirumah maupun hal-hal lainnya apa saja yang bisa membantu guru. Bekerjasamalah sebaik mungkin dengan sang guru. Bisa jadi ada guru yang merasa tidak perlu melibatkan orang tua terlalu jauh terhadap kemajuan anak dalam belajar musik. Tetapi dengan menunjukkan kesediaan Anda untuk membantunya tetap akan lebih baik daripada Anda bersikap pasif.

Pembayaran

Bayarlah uang les penuh dan tepat pada waktunya. Usahakanlah untuk tidak terlambat maupun kurang jumlah nominalnya atau bahkan menundanya. Ini yang sering terjadi, uang les kadang-kadang terlambat dibayar. Meskipun kelihatannya sepele, tetapi bila Anda sering terlambat membayarnya atau bahkan menundanya, tidak saja menunjukkan ‘siapa Anda’ sebenarnya tetapi memperlihatkan bagaimana komitmen, penghargaan dan keseriusan Anda dalam mendukung proses belajar musik buah hati Anda.

Jangan Memaksakan Kehendak

Mendampingi anak belajar musik, memerlukan totalitas Anda sebagai orangtua dalam memenuhi bukan saja hal yang berkaitan dengan proses belajar seperti buku-buku dan instrumen musik, tetapi juga pada hal-hal yang halus seperti dorongan anak untuk menjadi diri mereka sendiri. Ini diperlukan sikap yang bijak dan kehati-hatian yang tinggi, karena mudah sekali para orangtua untuk menjadikan keinginan anak sebagai keinginan orangtua. Salah satu hal yang sering terjadi adalah, orangtua terlalu memaksakan kehendaknya kepada anak, tanpa melihat kondisi anak.

Pemaksaan seperti ini bukan hanya berdampak buruk, misalnya membuat anak menjadi tertekan tetapi bisa lebih parah lagi: anak meninggalkan belajar musiknya! Jadi, biarkan sang anak berkembang sesuai dengan kemampuannya. Yang perlu dilakukan orang tua adalah, memastikan bahwa anak tetap berada pada proses belajar yang wajar dan berkelanjutan.

 

Sumber : Majalah Staccato

Apa yang dapat dilakukan orangtua ketika anaknya mulai belajar musik? Keterlibatan total orangtua dalam proses belajar musik anak-anaknya, berpengaruh besar terhadap keberhasilan proses belajar. Apa saja yang harus dilakukan orangtua?

Siapkan Alat Musik

Kebutuhan pertama ketika seorang anak belajar musik adalah keberadaan instrumen musik atau alat musik yang akan dipelajari anak di rumahnya. Seringkali hal ini diabaikan orangtua dengan berbagai alasan. Yang jelas, bermain musik tanpa alat musik yang dipelajari, hanya belajar sesuatu yang di awang-awang. Segera setelah Anda, para orangtua, memasukkan anak-anaknya les musik atau belajar musik, adalah memikirkan untuk menyediakan alat musik di rumah, sesegera mungkin. Kadang-kadang hal ini menjadi persoalan. Lebih-lebih anak-anak yang ingin mendalami piano, violin, atau drum. Apakah harus menyediakan instrumen tersebut secara langsung atau bertahap?

Misalnya, untuk piano, apakah kita harus membeli langsung piano atau menyediakan keyboard untuk sementara? Bila keuangan menjadi kendala, pilihan akan menjadi lebih sulit lagi. Tetapi, diatas semua itu, memiliki piano jauh lebih menguntungkan. Mungkin pada awalnya anak diperkenalkan dengan keyboard, piano digital, atau synthesizer, tetapi pada akhirnya mereka harus memiliki piano akustik sendiri jika ternyata hal itu diharuskan. Jadi pertimbangkan dengan matang sebelum memutuskan memberikan les musik pada anak.

Perawatan

Pepatah berkata, “Lebih mudah membeli, daripada merawatnya”. Instrumen musik membutuhkan perawatan yang rutin tetapi tidak banyak orang menyadari akan hal tersebut, lebih-lebih piano, minimal dua kali dalam setahun piano Anda harus di tune-up, baik instrumen itu sering dipergunakan maupun tidak. Tunning yang teratur akan membuat suara piano tetap prima. Piano yang tidak pernah dirawat bukan saja akan menimbulkan resiko kerusakan tetapi juga akan menyulitkan anak untuk belajar. Perawatan piano tidak hanya terbatas pada tunning. Salah besar bila ada orang yang beranggapan bahwa piano tidak perlu diservis. Beberapa bahan atau komponen dalam piano memerlukan perawatan khusus secara berkala.

Aktif

Bila buah hati Anda masih kanak-kanak atau pemula, mereka membutuhkan bantuan orang tuanya. Karena itu orangtua harus berperan aktif dalam setiap kegiatan mereka. Buat jadwal latihan yang teratur dan konsisten. Bagilah kegiatan buah hati Anda sedemikian rupa sehingga mereka tetap memiliki waktu di luar rutinitas latihan. Persoalan terbesar adalah, tidak mudah mengajak anak-anak untuk mau berlatih di rumah. Tetapi tidak ada pilihan lain, komitmen kuat harus berada di pundak sang anak dan orangtuanya. Sebagian guru atau sekolah musik mengadakan kegiatan di luar kelas sebagai aktivitas penunjang. Seperti konser, resital, atau bahkan kompetisi. Ajaklah buah hati Anda berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan tersebut. Aktivitas semacam itu sangat bermanfaat untuk membangun ketertarikan anak terhadap musik.

Jangan ragu bertanya kepada guru tentang apa-apa saja yang bisa Anda lakukan untuk membantu buah hati Anda. Terutama dalam hal latihan dirumah maupun hal-hal lainnya apa saja yang bisa membantu guru. Bekerjasamalah sebaik mungkin dengan sang guru. Bisa jadi ada guru yang merasa tidak perlu melibatkan orang tua terlalu jauh terhadap kemajuan anak dalam belajar musik. Tetapi dengan menunjukkan kesediaan Anda untuk membantunya tetap akan lebih baik daripada Anda bersikap pasif.

Pembayaran

Bayarlah uang les penuh dan tepat pada waktunya. Usahakanlah untuk tidak terlambat maupun kurang jumlah nominalnya atau bahkan menundanya. Ini yang sering terjadi, uang les kadang-kadang terlambat dibayar. Meskipun kelihatannya sepele, tetapi bila Anda sering terlambat membayarnya atau bahkan menundanya, tidak saja menunjukkan ‘siapa Anda’ sebenarnya tetapi memperlihatkan bagaimana komitmen, penghargaan dan keseriusan Anda dalam mendukung proses belajar musik buah hati Anda.

Jangan Memaksakan Kehendak

Mendampingi anak belajar musik, memerlukan totalitas Anda sebagai orangtua dalam memenuhi bukan saja hal yang berkaitan dengan proses belajar seperti buku-buku dan instrumen musik, tetapi juga pada hal-hal yang halus seperti dorongan anak untuk menjadi diri mereka sendiri. Ini diperlukan sikap yang bijak dan kehati-hatian yang tinggi, karena mudah sekali para orangtua untuk menjadikan keinginan anak sebagai keinginan orangtua. Salah satu hal yang sering terjadi adalah, orangtua terlalu memaksakan kehendaknya kepada anak, tanpa melihat kondisi anak.

Pemaksaan seperti ini bukan hanya berdampak buruk, misalnya membuat anak menjadi tertekan tetapi bisa lebih parah lagi: anak meninggalkan belajar musiknya! Jadi, biarkan sang anak berkembang sesuai dengan kemampuannya. Yang perlu dilakukan orang tua adalah, memastikan bahwa anak tetap berada pada proses belajar yang wajar dan berkelanjutan.

 

Sumber : Majalah Staccato No.133/Th.XI/Desember 2013