was successfully added to your cart.

Cart

MusicMusikTips

Tips Bermain Ensembel Piano

By May 23, 2020 No Comments

Ensembel piano adalah sebuah format permainan piano yang dilakukan lebih dari satu orang, atau lebih dari satu piano. Bermain musik secara duet adalah salah satu bentuk ensembel. Dan karenanya memerlukan perhatian serius agar masing-masing bagian instrumen dapat bekerjasama dengan baik. Kebanyakan pianis sering kali tidak memiliki pengalaman bermain ensembel. Inilah mengapa bermain ensembel piano (satu piano dengan lebih dari dua tangan), misalnya, menjadi alasan utama untuk dilakukan.

Dalam permainan duet terdapat pembagian tugas di antara para pemainnya. Bagian treble disebut primo, dan bagian bass disebut secondo. Biasanya, terutama dalam bentuk musik yang sederhana, primo memiliki melodi yang biasanya lebih sederhana daripada secondo. Seringkali bagian secondo juga hanya menjadi pengiring.

Jika mengggunakan partitur, lebih baik masing-masing pemain menggunakan partitur yang sama. Sebab sebagaimana kita ketahui, dalam sebuah lagu terdapat banyak sekali partitur yang sama namun berbeda versinya di tangan penerbit yang berbeda. Bagaimanapun juga dalam bermain ensembel, perhitungkan ketukan secara cermat. Jangan hanya setiap lima ketukan, jangan pula hanya pada bagian awal pada setiap lembar pertitur, melainkan semua ketukan. Andaikata ditengah-tengah permainan, tiba-tiba  pemain lupa, pasangan mainnya dapat membisikkan ketukan-ketukan yang mungkin terlupakan sehingga permainan tetap berjalan tanpa gangguan.

Dalam beberapa hal berilah nomor pada semua ketukan. Jangan hanya setiap lima ketukan, misalnya. Juga jangan hanya memberikan tanda pada setiap permulaan not. Usahakanlah memberi tanda pada semua bagian. Hal ini akan sangat membantu pemain, apabila tiba-tiba terlupa. Dengan memberikan nomor-nomor atau tanda atau identifikasi pada tiap-tiap bagian, giliran Anda yang mungkin dapat membantu teman kita yang terlupa dengan bisikan.

Karena, sering kali dalam lagu yang panjang-panjang membutuhkan pemberian tanda atau identifikasi untuk bagian-bagian yang harus diulang. Bicarakan dengan pasangan duet dimana identifikasi itu harus ditulis bersama-sama. Perhatikan benar-benar setiap bagian yang harus dimainkan, sebab dalam sebuah partitur dari penerbit yang sama pun bisa terdapat ketidak sesuaian.

Bila memungkinkan, sebelum bermain atau latihan bersama pasangan duet, pelajari bagian Anda terlebih dahulu. Duet dengan cara sight reading memang bisa dilakukan, tetapi ketidaksiapan akan membuka peluang terjadinya ketidakakuratan. Menyebabkan latihan menjadi tidak efektif, mengakibatkan latihan banyak terhenti sehingga saat latihan menjadi kurang menyenangkan.

Apabila ditengah-tengan permainan Anda tiba-tiba harus berhenti agak lama, menunggu giliran sementara pasangan Anda sedang beraksi. Jangan lengah, tetaplah memperhatikan bagian yang dimainkan pasangan Anda. Ikuti dengan seksama, sehingga Anda dapat mengetahui kapan harus memulai bagian yang harus Anda mainkan.

Anda harus dalam kondisi keadaan siap, dimana konsentrasi tidak boleh terpecah. Bila partitur lagi dicetak dalam bagian terpisah, Anda harus menggunakan waktu untuk mengikuti bagian yang dimainkan partner Anda. Baik dicetak secara terpisah maupun dalam satu bagian, pastikan pembagian tugas, siapa yang bertugas membuka halaman-halaman berikutnya.

Menjaga tempo permainan dengan memperhatikan setiap ketukan adalah hal sangat penting dalam permainan duet. Setiap bagian harus berada dalam tempo dan ketukan yang sama. Baik bagian secondo maupun primo, tidak boleh saling mendahului. Dalam bermain duet, terdapat sebuah ketentuan bahwa “tidak ada penghargaan bagi siapa yang selesai terlebih dahulu”. Artinya dalam bermainduet harus dimulai ‘secara bersamaan dan diakhiri secara bersamaan’.

Ketika salah seorang harus menunggu rekannya sedang memainkan bagiannya, ia sebaiknya tetap menghitung ketukan dengan cermat. Hitunglah dengan suara keras saat latihan, tetapi begitu tampil dalam pertunjukan, Anda harus menghitungnya di luar kepala. Biasanya bagian secondo menggunakan pedal. Kadang-kadang, akan lebih baik bila hal tersebut juga dilakukan bagian primo. Ini akan lebih baik bila tiap bagian terpisah, sehingga Anda dapat mengetahui kapan menggunakan pedal. Bicarakan dengan pasangan duet Anda dalam hal ini. Bila pasangan Anda sedang menggunakan pedal, perhatikan, karena ini akan terjadi agar Anda dapat menambahkan artikulasi, memasukkan fin ger pedal, dan sebagainya yang dibutuhkan unutuk membuat permainan lebih musically.

Melodi

Siapa yang memainkan melodi? Dan kapan melodi harus dimainkan? Akan sangat membantu bila bagian-bagian melodi yang akan dimainkan diberi tanda. Buatlah tanda kurung besar pada setiap bagian permulaan dan akhir melodi dalam tiap-tiap bagian. Ini akan sangat membantu mengetahui kapan melodi dimulai dan bagian-bagian yang tidak membutuhkan melodi.

Perhatikan pula dinamika. Ini sangat berhubungan dengan melodi. Melodi selalu harus terdengar lebih tinggi. Bagaimana bentuk setiap frasanya? Dimana klimaksnya? Disitulah tempat-tempat dimana melodi sebaiknya lebih keras. Apakah ada crescendo? Pada kedua bagian atau hanya satu bagian? Dan bagaimana dengan decrescendo? Apakah ada pada bagian pp? Atau keduanya? Perhatikan betul-betul bahwa dalam bermain duet, dinamika harus menjadi satu kesatuan.

Sebelum mulai bermain, pilihkan tempo atau kecepatan seberapa yang akan digunakan. Langkah paling baik adalah menggunakan bantuan metronome untuk memastikan Anda berada dalam tempo yang sama. Mulailah dengan tempo yang pelan terlebih dahulu, sebelum sampai pada tempo yang diminta sang komposer melalui lagunya. Tepo yang tidak sama pada tiap bagian, bukan saja membuat komposisi menjadi kurang enak didengar tetapi juga menyulitkan permainan pasangan Anda.

Apapun format permainan ensembel, baik duet, trio, kuartet maupun kelompok yang lebih besar, seperti orchertra, perhatikan bahwa itu merupakan satu kesatuan grup musik. Masing-masing bagiantidak boleh menonjolkan diri sendiri, kecuali pada bagian yang memang berperan sebagai solois. Meskipun demikian, kesatuan merupakan syarat mutlak.

Bermain ensembel tidak saja mengasyikan tetapi juga sangat menantang karena didalamnya terkandung nilai-nilai positif seperti, berbagi rasa, sabar, menghargai orang lain, disiplin, menekan perasaan egois, dan kebersamaan. Jika belum pernah bermain duet, tidak ada salahnya mencoba.

 

Sumber : Majalah Staccato No.122/Th.X/September 2012

Leave a Reply