was successfully added to your cart.

Cart

MusicMusik

Selamatkan Konser!

By May 22, 2020 No Comments

Harus Berpakaian Seperti Apa?

Hal yang sangat penting dalam pengalaman menonton konser adalah agar Anda merasa nyaman dan enjoy dengan diri kita sendiri. Pakailah pakaian yang benar-benar membuat Anda merasa nyaman dalam menikmati konser. Sebenarnya orang lain tidak terlalu peduli dengan apa yang Anda kenakan. Meskipun demikian harus tetap memperhatikan hal-hal penting lainnya, seperti bila berniat menyaksikan konser yang ‘Gala’, sebaiknya jangan mengenakan T-shirt atau jeans meskipun pakaian ini mungkin terasa nyaman dikenakan. Biasanya konser ‘Gala’ suasananya sangat formal. Jadi tinggalkan jeans Anda di rumah, kenakan pakaian resmi. Di sisi lain, jika menghadiri konser musik yang non formal, tidak perlu mengenakan pakaian yang sangat resmi.

Kapan Harus Bertepuk Tangan?

“Ah, ini mungkin hal kuno!” begitu biasanya orang menganggap hal ini, karena beranggapan seseorang boleh bertepuk tangan kapan saja jika memang merasa ingtin melakukannya, atau jika Anda merasa respek dengan konser yang ditonton.

Tetapi yang benar adalah bahwa jika bertepuk tangan pada saat yang tidak tepat, bukan saja dapat mengganggu penonton yang ada disekitar Anda, tetapi juga dapat mengganggu konsentrasi permainan musisi yang tengah performance-nya. Jika menyaksikan opera atau acara musik yang terdiri dari beberapa bagian, mungkin diijinkan bertepuk tangan setelah musik benar-benar telah lengkap dimainkan dan selesai.

Masalahnya adalah, tidak semua penonton mengetahui kapankah sebuah komposisi telah benar-benar selesai. Kesalahan yang sering dilakukan kebanyakan penonton adalah, umumnya mereka bertepuk tangan pada akhir setiap bagian. Salah satu cara untuk mengetahui kapan sebuah lagu telah benar-benar berakhir dimainkan adalah saat konduktor berbalik arah menghadap penonton, menurunkan tangannya, lalu membungkukkan badannya sebagai tanda penghormatan. Pada saat itulah tepuk tangan boleh dilakukan.

Ada kebiasaan dalam konser-konser modern untuk memberikan tepuk tangan pada awal pertunjukan itu dimulai dan menjelang pertunjukan itu akan dimulai. Ini berarti menunjukkan bahwa penonton benar-benar terpikat dengan pengalaman musikalnya, dimana mereka tidak mau menunda-nunda untuk mengungkapkan ekspresi kekagumannya. Pada kenyatannya, tepuk tangan jenis ini tidak selalu memperlihatkan antusiasme, tetapi lebih menunjukkan ego penonton.

Siapa Yang Menjadi Pusat Perhatian?

Menyaksikan sebuah konser atau orchestra, seringkali dihadapkan pada banyak pilihan: siapa yang sebenarnya menjadi pusat perhatian?

Adalah hal tidak mungkin mengamati satu persatu pemain musiknya. Tetapi ada satu sosok yang sangat dominan dalam konser semacam itu, yaitu sang konduktor. Dialah dirijen yang mengendalikan jalannya orchestra. Barangkali jika harus memusatkan perhatian, kepada dialah sebenarnya pusat perhatiannya. Setelah itu penonton bebas memusatkan perhatian pada solois, vokalis, violis, celois, pianis atau musikus-musikus lainnya yang turut berperan dalam orchestra tersebut.

Kemudian bisa juga memusatkan perhatian pada string section. Ada banyak pemain di seksi ini dan mereka memegang peranan penting. Setelah itu biasanya pada brass section atau kelompok alat tiup dan di belakang mereka terdapat percussion section.

Bolehkan Mengaktifkan Handphone?

Sebaiknya jangan. Suara handphone tidak saja merusak atmosfir musik, tetapi mengganggu konsentrasi penonton, lebih-lebih bagi para musisinya. Konduktor tidak pernah ragu-ragu menghentikan permainan, bahkan ditengah-tengah permainan berlangsung jika ia merasa penonton tidak memiliki perhatian terhadap apa yang disaksikan.

Bolehkah Batuk?

Batuk sekecil apapun, adalah hal yang tidak bisa dihindari. Karena hal ini diluar kendali diri kita sendiri. Tetapi suara yang dikeluarkan akibat batuk dapat mengganggu konsentrasi para musisi juga penonton. Oleh karena itu jika Anda merasa kedinginan, gunakan pakaian hangat, tahan sebisa mungkin untuk tidak batuk selama pertunjukan berlangsung. Tetapi jika Anda tidak tahan, batuklah dengan cara menutup mulut Anda dengan tisu. Usahakanlah agar suara batuk Anda tidak terdengar cukup keras. Dengan begitu Anda telah ikut menyelamatkan konser.

 

Sumber : Majalah Staccato No.121/Th.X/November 2012

Leave a Reply