was successfully added to your cart.

Cart

MusicMusik

Ketika Guru Harus Mengevaluasi Diri

By May 20, 2020 No Comments

Setiap guru piano pasti melakukan evaluasi, biak mereka yang mengajar secara privat maupun mengajar secara kelompok. Mengingat pentingnya evaluasi maka biasanya telah dijadwalkan dan dikerjakan secara berkala setiap tahunnya.

Adapun manfaat dari evaluasi ini sudah banyak diketahui. Yakni untuk mengetahui sejauh mana kemampuan anak belajar instrumen tertentu atau vokal dalam kurun waktu tertentu. Selain itu dari hasil evaluasi dapat dipakai sebagai bahan acuan untuk menentukan materi maupun langkah-langkah selanjutnya bagi siswa.

Bentuk-bentuk evaluasi bermacam-macam, tidak hanya berupa ujian yang diselenggarakan di sekolah-sekolah musik. Tetapi bisa juga ujian yang diadakan oleh lembaga-lembaga yang berwenang. Bahkan ambil bagian dalam sebuah acara konser, kompetisi, maupun festival pun sebenarnya juga termasuk evaluasi.

Yang terpenting adalah bagaimana tindak lanjut atau melihat hasil dari apa yang telah mreka peroleh ketika mengikuti even-even tersebut sebagai gambaran sejauh mana kemampuan anak-anak dalam memperlihatkan skillnya. Evaluasi juga bukan berarti terbatas pada penilaian juri berkala. Tetapi juga opini, kritikan maupun masukan dari audien termasuk bagian dari evaluasi.

Mungkn karena sudah menjadi pendapat umum bahwa ijasah dan piagam menunjukkan kualitas seseorang, maka opini yang telah terbentuk ini mengakibatkan ketimpangan. Mengapa? Berarti setiap orang yang telah berhasil menyelesaikan studinya atau berhasil memperoleh ijasah maka otomatis ia dianggap mampu mengajar, dengan mengabaikan bagaimana kemampuan orang yang bersangkutan tersebut dalam proses pengajarannya itu sendiri.

Setujukah Anda apabila hanya karena seorang anak berhasil menyelesaikan ujiannya, maka ia layak dianggap sebagai guru, dan ia pun kemudian patut disejajarkan dengan guru-guru piano lainnya yang telah memiliki pengalaman mengajar selama bertahun-tahun?

Skill mengajar seseorang dapat diuji dan dievaluasi melalui berbagai cara. Rekaman video atau audio memberikan umpan balik dan menampakkan aspek-aspek pelajaran yang mungkin terlewati, kurang jelas maupun yang tidak diketahui. Peralatan seperti ini tidak saja membantu mengevaluasi penampilan permainan seseorang siswa, tetapi juga sangat membantu mengevaluasi pengajaran.

Tentu saja penilaian ini juga sangat membantu jika itu dilakukan oleh kelompok atau lembaga yang berwenang secara jujur dan obyektif. Menemukan lembaga atau rekanan yang dapat dipercaya dan mau berpartisipasi dalam sebuah usaha evaluasi seperti itu merupakan sebuah tantangan kedepan. Jika bentuk penilaian semacam ini belum bisa diterapkan, cobalah untuk menganalisa salah satu kelebihannya dalam kemampuan mengajar. Waspadalah dalam merefleksikan metode pengajarannya yang mungkn memperlihatkan kualitas sebelumnya yang tidak tampak.

Dasar-dasar mengajar meliputi beberapa unsur, dan walaupun semuanya dapat ditiru, mulailah mengevaluasi pengajaran Anda dengan mempertimbangkan dua indikator mengajar yang sangat penting. Yaitu pengalaman mengajar dan semangat mengajar. Keduanya sangat penting karena berhubungan langsung dengan kemajuan siswanya.

Sebuah ukuran efektivitas mengajar seorang guru dapat dilihat dari seberapa besar antusiasme siswa dalam mengikuti petunjuk guru dan dalam bermain musik selama pelajaran berlangsung. Disamping lagu-lagu baru dan lagu-lagu yang masih dipelajari, seberapa jauh antusiasme siswa memainkannya? Apakah mereka benar-benar telah mengetahui lagu-lagu yang dimainkan dan memainkannya dengan gembira?

Memainkan kembali musik-musik yang sebelumnya telah dipelajari siswa dapat dijadikan sebuah sumber yang baik untuk memotivasi dan membangkitkan kegembiraan pada siswa. Berilah kesempatan sebanyak-banyaknya kepada siswa untuk memainkan lagu-lagu kesukaannya yang sudah dikuasai sesering mungkin setiap minggunya. Cobalah mulai dan akhiri setiap pelajaran dengan satu atau dua lagu yang menjadi favoritnya.

Walaupun tekanan untuk memberi materi-materi baru dan aktifitas lainnya selalu ada dalam setiap pelajaran, memberikan sedikit waktu untuk mendengar lagu yang menunjukkan kemajuan siswa, dapat menjadi sebuah faktor penting untuk memotivasi. Memberikan kesempatan siswa mengetahui musik yang tengah mereka pelajari sangat bermanfaat.

Tolok ukur kedua yang bisa dignakan untuk melihat bagaimana efektivitas mengajar seseorang, dapat dilihat dari antusiasme siswa yang terlihat selama pelajaran berlangsung, yang berhubungan dengan kemajuan yang dicapai siswa dan musik yang dikuasainya.

Yang perlu dicatat, rasa ketertarikan yang menggebu-gebu itu dapat datang dengan tiba-tiba tetapi bisa pula menghilang dengan segera. Hilangnya gairah itu dapat dilihat dari sikap apatis, malas dan lambat dalam merespon pelajaran. Jadwal materi pengajaran yang diulang-ulang merupakan salah satu penyebab anak merasa bosan, jemu dan muncul keengganan yang akhirnya hilangnya minat. Yang merupakan perpaduan antara otak dan emosi, yang sangat berperan besar dalam belajar.

Mendengarkan serta mengapresiasi suatu lagu membutuhkan kemampuan kualitas tersendiri. Tidak semua siswa mampu memberikan atensi pada musik yang didengarnya secara tetap dalam jangka waktu yang lama. Bagaimana membangun antusiasme agar masing-masing anak dapat mengalami kemajuan, memang dibutuhkan banyak energi dan pekerjaan yang melelahkan.

Bertanyalah

Sudahkah anda mengevaluasi bagaimana cara anda mengajar? Bertanyalah pada diri Anda sendiri sejauh mana rasa antusiasme itu terlihat dalam tiap-tiap pengajaran? Apakah Anda merasa sama bersemangatnya ketika mengajar siswa-siswa pemula dengan siswa-siswa advance?  Bagaimana Anda memperlihatkan rasa antusiasme ketika dengan para siswa?

Dengan memperlihatkan rasa antusiasme ketika mengajar, baik secara verbal maupun secara fisik, Anda berarti telah memperdekat jarak hubungan guru dan murid. Cobalah merespon performa musik anak dengan kata-kata yang menyejukkan. Gunakan kalimat-kalimat yang bervariasi misalnya dengan mengutip judul sebuh lagu. Seperti, “Waow… permainanmu benar-benar membuatku serasa seorang putri yang berada dalam istana.”

Tidak ada salahnya, Anda mulai mempertimbangkan untuk memperlihatkan rasa antusiasme itu melalui ekspresi raut wajah, tekanan suara, tepukan halus atau kalimat-kalimat yang menyenangkan. Sebenarnya perhatian dan penghargaan dari guru sangat diharapkan oleh setiap anak. Tidak terbatas hanya pada sat oa menghadapi materi pelajaran yang sulit atau hanya pada siswa yang berada pada level tertentu.

Tidak ada larangan bagi guru untuk melakukan improvisasi dalam bermain dan mengajar musik, sejauh itu membantu siswa dalam mempelajarai dan menyerap pelajaran yang diberikan. Guru-guru yang kreatif selalu mencari bentuk-bentuk improvisasi dan hal-hal baru yang dapat memudahkan siswa menyerap pelajaran yang diberikan. Sebaliknya, guru-guru yang pasif cenderung menonton dan hanya bergantung pada apa yang dikuasainya, tidak pernah berusaha berkreasi. Ini sama halnya dengan menunggu saat-saat anak-anak didapanan Anda segera meninggalkan Anda!

Sebagaimana halnya dengan seorang musisi, ia dituntut untuk selalu berimprovisasi terhadap lagu-lagu yang dimainkan. Setiap komposisi akan diapresiasi audien melalui sebuah penilaian dan evaliasi yang hasilnya adalah ukuran kualitas dari sang musisi.

Demikian juga halnya dengan guru, mereka dituntut untuk selalu berimprovisasi terhadap kemampuan dan keterampilan yang dimilikinya melalui latihan-latihan yang diberikan pada siswanya.

Mengevaluasi diri sejauh mana keberhasilan seorang guru mengajar memang memerlukan waktu dan kesempatan untuk merefleksikannya. Namun mengevaluasi diri sendiri secara berkala terhadap kemampuan mengajar, akan membuahkan hasil yang maksimal yaitu dapat merangsang minat, motivasi dan menumbuhkan inspirasi pada sang anak.

Kepiawaian seperti itu tidak dapat dimiliki oleh seornag guru dalam sekejap mata. Tetapi membutuhkan waktu yang panjang, yang biasanya dimiliki oleh seorang guru yang berdedikasi dan berpengalman mengajar bertahun-tahun.

 

Sumber : Majalah Staccato No.133/Th.XI/Desember 2013

Leave a Reply