was successfully added to your cart.

Cart

MusicMusik

Empat Karakter Performer

By May 19, 2020 No Comments

Kesenjangan yang sering terjadi antara latihan pada saat performance yang seseungguhnya, banyak diantaranya disebabkan oleh faktor-faktor psikologis. Dengan kata lain, keberhasilan sebuah performance sebenarnya ditentukan oleh sejauh mana seorang pemain musik percaya dengan dirinya sendiri.

Seperti apakah yang disebut dengan ‘percaya diri?” pertanyaan ini mungkin terdengar aneh, karena itu menyangkut seseuatu yang bersifat subyektif. Tetapi, bukan tidak mungkin bisa diketahui. Setidaknya jika membandingkannya dengan tiga pengertian yang nyaris sama, tetapi sangat berbeda. Yakni, percaya diri (confidence), sangat percaya diri (over confidence) dan sombong (arrogance).

Mengapa hal itu perlu diketahui? “Karena salah dalam memahami apa yang disebut confidence, bisa memberikan perilaku yang berbeda,” kata Bill Moore, seorang psichology performance. Dengan memberdakan ketiga hal itu, seseorang akan terhindar dari kesalahpahaman dalam memberi makna, yang kemudian akan memberi pengaruh pada perilakunya.

Persoalan itu juga yang menjadi kepedulian dan perhatian guru musik, ketika mereka membangun rasa percaya diri kepada murid-muridnya. Membangun rasa percaya diri kepada siswa-siswanya adalah tugas guru. Yang perlu mendapat perhatian jangan sampai mereka terlalu percaya diri sehingga membuatnya lupa diri, sombong, dengan menyepelekan hal-hal kecil.

Ketika seseorang merasa percaya diri, dia akan memiliki respek terhadap kesulitan-kesulitan yang muncul. Dan dia percaya bahwa dirinya akan menemukan tantangan. Seseorang yang terlalu percaya diri sebenarnya mendekati kesombongan, dimana mereka tidak lagi memiliki respek terhadap kesulitan-kesulitan yang mungkin muncul, dan cenderung mengabaikan hal-hal kecil.

Hal-hal yang bisa membuat seorang pemain musik merasa percaya diri jika mereka memiliki dua hal yang saling berubuhungan. Yakni kemampuan dalam hal skill (ketrampilan) dan kemampuan untuk mengendalikan diri (psikologis). Masalahnya adalah tidak semua orang memiliki kemampuan yang sama dalam hal itu.

“Dari pengalaman saya bergaul dengan pemain-pemain musik. Terlihat bahwa antara satu musisi dengan musisi lainnya memiliki perbedaan. Ada orang yang memiliki kapasitas percaya diri yang begitu besar, sementara lainnya tidak. Mengapa hal itu bisa terjadi/ karena menyangkut pembawaan dan karakter seseorang. Seorang musisi yang memiliki rasa percaya diri dibandingkan lainnya, itu artinya bahwa ia memiliki karakter personal yang bisa membuatnya merasa percaya diri dengan mudah,” kata Moore.

Moore memberikan contoh, orang-orang yang memiliki kreatifitas tinggi, biasanya lebih berani menghadapi tantangan dan karakter personalnya yang spontan, cenderung memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Disisi lain, individu yang perfeksionis, selalu menuntut kesempurnaan, atau yang memiliki keinginan kuat untuk mengontrol dan bertindak secara metodikal, secara umum memiliki rasa percaya diri yang lebih rendah. Berdasarkan hal itu, Moore membagi kepribadian seseorang menyangkut percaya diri, kedalam 4 golongan, yakni:

Perfectionist

Individu perfeksionis, yang selalu menuntut kesempurnaan, biasanya menyukai hal-hal detail, cenderung mengontrol segala aspek dalam kehidupannya, selalu hati-hati, cenderung tidak mau mengambil resiko. Individu perfeksionis juga cenderung ‘menyetir’ segala sesuatunya. Dan selalu bertindak sesuai apa yang diajarkan. “Pribadi seperti ini meskipun dalam latihan dia mungkin bekerja keras, tetapi dalam pertunjukannya sering kali merasa kurang siap jika menemukan hal-hal diluar perkiraannya. Dengan kata lain, respon untuk menghadapi kesulitan, relatif lebih lambat,” kata Moore.

Performer

Individu yang memiliki karakter performer cenderung lebih menyukai hal-hal yang bersifat kompetitif dan menantang. Mereka biasanya lebih kreatif, dan memiliki banyak cara untuk menghadapi kesulitan-kesulitan. Dia berani menghadapi kesulitan-kesulitan. Dia berani mengambil resiko dan bekerja dengan apa yang ia percayai.

Keyakinannya sangat tinggi. Tujuan akhir orang-orang seperti ini, lebih pada bagaimana meraih hasil terbaik dengan memanfaatkan kekuatan mental dan fisiknya sekaligus. Kadang-kadang pribadi performer kurang menyukai hal-hal yang bersifat ‘konvensional’. Bagi mereka, kreativitas adalah daya dorong yang luar biasa untuk membuktikan kekuatan mental dan fisiknya.

Artist

Individu bermental artis memiliki pembawaan, karakter dan rasa percaya diri yang kuat. Ini akan membuatnya mudah melakukan hal-hal yang diinginkan. Pribadi artis biasanya sangat kreatif dan menghendaki kebebasan. Mereka akan melakukan persiapan sedemikian rupa untuk panmpilan-penampilannya.

Akan tetapi, pribadi-pribadi seperti ini juga cendernug sulit menerima perintah dari orang lain. Cenderung cepat bosan, tetapi memiliki keinginan kuat untuk tampil sebaik-baiknya. Apa yang dituju orang-orang berkarakter artis adalah menerima tantangan untuk melakukan proses yang baik, sepanjang proses persiapan, latihan hingga pertunjukan sesungguhnya.

Underachiever

Individu tipe underachieve biasanya memiliki rasa kepercayaan diri yang rendah. Mereka kurang yakin dengan kemampuannya sendiri dan cenderung ragu-ragu. Mereka biasanya memiliki keinginan yang kuat untuk tampil dengan baik, tetapi sering kali mengalami kesulitan untuk menghadapi dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan manakala mereka dalam kesulitan.

Oleh karena itu, orang-orang yang memiliki karakter kurang percaya diri, kerap kali banyak melakukan kesalahan-kesalahan dalam performing mereka. Performer dengan tipe seperti ini biasanya bisa belajar cepat dan memiliki bakat, tetapi kurang memiliki rasa percaya diri dan selalu pesimistis.

 

 

Sumber : Majalah Staccato No.133/Th.XI/Desember 2013

 

Leave a Reply